Kain Tenun Toraja - Kain Tanda Persaudaraan

Mengenal Salah Satu Warisan Budaya Nusantara

Tenun Toraja

Siapa sih yang tidak pernah mendengar kain tenun Toraja ? Ribuan turis dari berbagai negara telah mengenal dengan kain tenun khas dari Tana Toraja ini.  Tenun adalah teknik dalam membuat kain paling awal dengan menggabungkan benang – benang. Teknik ini pertama kali dikenal di daratan Mesopotamia, yang kemudian berkembang ke Eropa dan Asia. Untuk Indonesia, kain toraja telah dikenal pada zaman Neolitikum (sekitar 2000 SM). Buktinya, ditemukan sebuah arca perunggu dari era Neolotikum yang memperlihatkan seorang wanita sedang menenun sambil menyusui anaknya di Flores.Kemudian pada Abad VII sampai abad II SM, teknik tenun berkembang ke pembuatan ikat yang dikenal di pedalaman Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan NTT.

Berdasarkan proses pembuatannya, tenun tradisional Indonesia dibagi dalam 4 macam kain tenun yaitu tenun datar, tenun ikat, tenun sungkit, dan tenun khusus. Kamu dapat membaca lebih lanjut mengenai macam jenis tenun di sini. Kain tenun Toraja tergolong dalam tenun ikat pakan. Tenun ikat adalah teknik penenunan dengan mengikat benang dan mencelupkannya terlebih dahulu untuk mewarnai benang sebelum proses menenun. 

 

Kain Toraja

Kain Toraja didominasi oleh warna biru dan oranye dengan motif bercorak belah ketupat, anak panah, dan wajik. Motif khas dari kain tenun Toraja biasanya dapat ditemukan dari motif ukuran di rumah Tongkonan, rumah adat Suku Toraja. Salah satu hal yang menarik dari motif Toraja adalah motif yang abstrak dan geometris yang teratur. Ornamen Toraja dipelajari dalam ethnomatematika dengan tujuan mengungkap struktur matematikanya meskipun suku Toraja membuat ukiran ini hanya berdasarkan taksiran mereka sendiri.

Kemudian, apa sih makna dari motif kain Toraja? Motif dari kesenian Toraja mengandung makna kehidupan. Inti dari motif Toraja adalah berupa nasehat, peringatan, dan pesan agar menjalani kehidupan dengan baik dan benar, selalu bekerja keras, serta senantiasa membina persatuan dan kekeluargaan serta ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. 

Tas Kain Toraja

Dalam kehidupan sehari – hari, kain tenun Toraja dapat digunakan untuk upacara – upacara adat, sebagai simbol kedudukan, dan juga pakaian serta kerajinan tangan siap pakai. Tentunya, kita sebagai warga negara Indonesia perlu bangga dengan salah satu warisan budaya nusantara dengan menggunakan produk brand lokal yang mengangkat seni dan budaya nusantara. Oleh karena itu, ANYARA menghadirkan produk volume pertama dengan mengangkat kesenian Tana Toraja. Kala adalah tas anyaman pandan wanita yang dihadirkan dengan model bucket dilengkapi dengan kain tenun motif Toraja yang dilengkapi dengan 3 macam penggunaan cara! Kamu dapat mengetahuinya lebih lanjut mengenai Kala disini

Kemudian, bagaimana sih cara  merawat kain tenun yang benar? Untuk merawat kain tenun, pastikan kamu membersihkannya dengan metode dry-clean dan hindari pencucian dengan air. Hal ini disebabkan beberapa tenun tradisional tidak begitu bersahabat dengan air yang mengakibatkan keindahan warna kain tenun tersebut mudah luntur.

Yuk kita lestarikan salah satu warisan budaya nusantara dengan selalu bangga dengan budaya Indonesia!

Sumber: 

https://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Toraja
Bungadunun, Rizki Marsella. 2016. “KAIN TENUN TRADISIONAL TORAJA DALAM PERSPEKTIF SIMBOLIK”. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Hasanuddin. Makasar
Elmir, Tatty dan JetC Elmir. 2019. “TENUN BERKISAH”. Jakarta: Yayasan Ayo Membaca Indonesia.